Buku ini aku dapat karena (lagi-lagi) penasaran. Waktu itu
aku sedang membaca Walking After You (Windry Ramadhina) dan aku menemukan tokoh
dengan nama Ayu dan Gilang. Kebetulan, seorang teman sedang membaca novel yang
sama. Dan temannya temanku (halah) itu, mengupload cover buku ini. Katanya, di
dalam buku ini kita bisa tahu kisah Gilang dan Ayu.
Buku ini bersetting LONDON, yang membuat aku merasa ingin
kesana, mengunjungi BIG EYE. Bermula dari kenekatan Gilang menyusul sahabat
sekaligus gadis yang dicintainya, Ning. Dia menghabiskan seminggu di sana.
Menemui banyak kisah yang luar biasa. Bertemu dengan Goldilocks, panggilan
untuk gadis yang selalu ditemuinya saat hujan. Gadis yang meninggalkan payung
merahnya.
Kemudian bertemu dengan Ayu, gadis dari negeri yang sama.
Yang sedang berburu buku-buku langka cetakan pertama.
Tapi kisah Gilang dan Ning tidak berakhir bahagia seperti
yang diinginkannya. Tapi, diantara kesedihan itu, Gilang akhirnya bertemu
dengan gadis yang –mungkin saja- menjadi takdirnya.
Setiap kali membaca bukunya Mbak Windry ini, aku selalu
merasa takjub. Bagaimana cara penulis mendeskripsikan setting begitu detil.
Lokasi penginapan, toko buku yang diseberangnya, galery tempat kerja Ning dan
banyak lagi. Penjelasan detil mengenai dekorasi penginapan membuatku seolah
bisa melihat rupa penginapan itu.
Mbak Windry selalu bisa menempatkan tokoh-tokoh dan
peristiwa yang mereka alami dengan begitu manis. Tidak saling tumpang tindih.
Tapi saling berkaitan. Bahasanya yang nyaman membuatku tidak buru-buru untuk
menghabiskan novel ini dalam sekali lahap. Tokoh kesukaan? Tentu saja Gilang.
Romantis. Sedikit nekat, tapi bukankah perjuangan untuk cintanya begitu manis?

0 komentar:
Posting Komentar